Airsoft Gun, Senjata Replika Tak Membahayakan

Oleh : 10 April 2012   

Airsoft Gun, Senjata Replika Tak Membahayakan

Banyak yang bilang kalau airsoft gun merupakan senjata api. Oleh sebab itu, masyarakat awam menganggapnya sangat berbahaya dan bisa membunuh.

Sebaiknya, jangan langsung menelan mentah-mentah anggapan tersebut. Sebab, airsoft gun yang sudah berkembang 9 tahun terakhir di Indonesia ini, sebatas senjatanya replika senjata api yang digunakan oleh militer seluruh dunia. “Untuk diketahui masyarakat, bahwa airsoft gun relatif aman karena tidak bisa digunakan untuk melukai atau membunuh dikarenakan bahan serta konstruksi mesin yang mempergunakan batrai tersebut sehingga sangatlah tidak mungkin mengubah airsoft gun menjadi senjata api. Dirakit jadi senjata api juga tidak bisa,” terang Arif, koordinator KAM klub menembak Samarinda Air Soft Team (SAS) Samarinda ini, kemarin. Kegiatan di dalam airsoftgun ini sendiri, kata dia, merupakan simulasi pertempuran dimana isinya mempelajari taktik dan manuver. “Kata lainnya hobi saja. Tapi ada taktiknya. Atau pelatihan-pelatihannya,” terangnya. Pelatihan kegiatan airsoft ini ada tiga macam. Yakni simulasi-simulasi pertempuran, pelatihan tembak target, latihan tembak reaksi,” tegasnya. Ketua SAS Hery S mengatakan, didalam airsoft gun ini ada kode etik yang harus dipegang teguh dalam permainannya. “Yaitu menjunjung tinggi sportifitas, kejujuran, serta kedisiplinan,” terangnya. Menurut dia, ada perbedaan senjata api dengan airsoftgun. “Kalau senjata api, dia mempergunakan mesin sebagai pendorong proyektil. Nah kalau airsoft gun ini, pakai batrai untuk menggerakkan pendorong proyektil yang terbuat dari bahan plastik,” tandasnya. Di Samarinda sendiri airsoft gun ada beberapa klub. Satu di antaranya adalah klub menembak, Samarinda Air Soft Team (SAS). Tahun 2006 terbentuk, hingga kini klub menembak yang bermarkas di Jalan Pelita atau Jalan S Parman ini punya segudang prestasi. Di antaranya pernah meraih juara umum pada pertandingan airsoft gun se-Kalimantan yang diadakan di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) November 2007 lalu. Tak tanggung-tanggung, mereka merebut 10 total piala dan merebut 7 piala termasuk juara umum dan atlet terbaik. Bahkan meraih Rekor MURI sebagai klub yang sering terlibat kegiatan airsoft gun. SAS sekarang ini memiliki lebih kurang 60 anggota. Tiap akhir pekan, mereka biasa bermain atau latihan di sejumlah tempat, salahsatunya Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Kalau mau bergabung atau mencari informasi seputar airsoft gun, bisa datang ke sekretariat kami di Jalan Pelita,” tegas Hery. Kontak person yang bisa dihubungi antara lain Candra 0811551190, Yadi 081381813344, atau pin BB 30FE4559. (***)